Bebibala2











{December 31, 2017}   happy bday bunbun

– with Derry

View on Path

Advertisements


{December 28, 2017}   Anter uti umroh

at Soekarno-Hatta International Airport (CGK) (Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta)

See on Path



Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Ibunya.

Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu… Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu? Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja…. Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu… Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu…Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’) Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut… ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah”

Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah Ketika kamu menjadi gadis dewasa…. dan kamu harus pergi kuliah dikota lain… Ayah harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat. Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan… Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Ayah tahu….. Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti. Dan akhirnya…. Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayahpun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: “Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik…. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik…. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Ayah telah menyelesaikan tugasnya….

Ayah, Bapak, Papa atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain. Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT ! Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita… tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya 😉 Yes I love you so much, Ayah..

 

NOTE : ADA DI DRAFT JUGA DARI 29 DESEMBER 2009, DAN GA KEPOSTING :))



{December 28, 2017}   dufan dihari kartini
i love this moment..
kata dia..ini farewel party..
tapi bagiku..
ga akan pernah ada yang namanya farewel party,,
karna aku tau..
aku pasti ketemu dia lagi someday 😉
tempatnya emang sih cuma dufan..
ga masalah..yg penting bisa bersenang2..
21 april bolos bareng dan menghabiskan waktu bersama huhuhuh
hari kartini..harinya perempuan..
dia menjadikan aku orang yang sangat special hari itu..
smoga akan bertemu hari2 special lainnya..
a lot of laft from me to you
NOTE : INI KENAPA GA KEPOSTING YAAA??? ADA DIDRRAFT DAN KEMUDIAN GW NGAKAK BACANYA.. ALAMAAAK LEBAY BANGET


{December 25, 2017}   Kiya 4 tahun

Apalah apalah..

Kami bukanlah siapa2 tanpaMu..

Sungguh kami hanya bisa berencana, namun ketika Kau berkehendak, jadilah.

Semua sudah sangat direncanakan. Dari mulai kostum Moana, hiasan kue ulang tahun Moana, dinding sudah dihias, meja sudah dipercantik. Apadaya. Tanggal 25 desember 2017 pukul 5 pagi, Kiya demam tinggi. 39,5. Semua obat ada di Depok. Sedih. Bersyukur ada Gojek. Langsung order cari obat di K24. 

Alhamdulillah turun demamnya. Mau isi bubur walau sedikit. Hari ulangtahun yg dihiasi dengan muntah. Its ok Kiya, perutnya lagi ga mau diisi ya. Lemes, cuma berbaring aja. Untung hari ini emang ga ngundang orang2 buat tiup lilin. Cuma uti, kukung, bunbun, ando dan rio aja yg mau ke bojong. Ditambah ukita yg kangen kakak Kiya. Coba kalo kmrn jadi ngundang. Duh kebayang ga serunya acara Kiya. 

Alhamdulillah siang mau makan bareng2. Jadi perut ga terlalu kosong. Mamanya dimuntahin pas lagi gendong. Gaaaak masyalaaaaahh neng. Sudah biasa.

Sore pas pada pulang, mulai rewel lagi. Akhirnya ambil keputusan bawa Kiya urut ke citayem bener aja. Kata nenek, capeknya Kiya udah akumulasi dari waktu ke raja ampat sampe kemaren. Oh iya, Kiya lagi seneng2nya gowes. Jadinya tangan dan kaki ga berasa pegelnya.

Urut tadi malem bisa dibilang yg terhebot dan tersakit sepengelihatan gw. Kiya nangisnya udah diluar dari biasanya. Teriak2nya bener2 luar biasa. Sedih? Iya, tapi lebih sedih lagi liat Kiya lemes krn demam tinggi. Better liat Kiya nangis jerit2 tapi demamnya turun.

Ternyata setelah urut masih ada kehebohan selanjutnya. Tadi malem Kiya demam tinggi lagi. 40 derajat. YaAllah. Langsung kasih ibuprofren. Tiap 2 jam sekali Kiya bangun. Meracau ketakutan. Mimpi serem katanya. Ada yg ngeliatin dipintu. Tangan dan kakinya dingin sangat. Jelas sangat ketakutan. Pengen marah rasanya. Tapi sama siapa??? Sama yg gangguin Kiya? Gw ngeliat juga engga. Cuma bisa ngiringin Kiya baca2 doa sampe Kiya berani merem lagi dan matanya ga ketakutan. YaAllah. Sedih sangat. 

Kiya mimpi ma, mimpi serem. Mimpi badut ma, yg makan anak kecil (film IT). Mimpi hantu ma, kiya takut. 😭😭😭

Sampe jam 4 masih tinggi juga. 

Jam 6 tadi mulai mereda. 37,5. Alhamdulillah. Bisa dibawa kedokter. Semoga ulangtahun kali ini penuh berkah ya Kiya. 

Mama sayang Kiya 😘

All is we Kiya 😇



{December 24, 2017}   aunty PIPI wedding day !!!

Minggu, 24 Desember 2017

Bumi Wiyata..

– with Pipi at Hotel Bumi Wiyata

View on Path



{December 24, 2017}   Si Cantik bergamis

Ini pertama kalinya Kiya pake gamis hadiah dari Ibu Fany.

Gayanya teuteup METAL hahahaha

View on Path



{December 24, 2017}   LUPA BAWA KACAMATA

Kondangan! Trus kacamata ketinggalan 🙈 yaudah lah.. udah apal kan meja makannya sebelah mana 😜

sampe sana, KOTOK !!! hahahaha yang penting bisa lah liat makanan dan liat Kiya lari-larian kesana kemari.

View on Path



{December 23, 2017}   Grase

Ini kucing peliharaan pertama Kiya, namanya Grase.

Padahal Kiya ga berani-berani amat sama kucing, tapi apa boleh buat ketika dia minta pelihara.

Entah kenapa ini kucing pinter banget, di export dari depok ke bojong.

Di bojong anteng banget, pup dan pee nya di toilet tanpa diajarin.

Balik ke depok, dibawa lagi lah kucing kecil ini.

View on Path



{December 12, 2017}   Kiya mendongeng

Tadi malem Kiya minta didongengin Kancil. Tp krn emaknya ngantuk bin males, akhirnya membiarkan dia ngoceh sendiri ttd cerita kancil.

Jalan cerita sampe si kancil mencuri ketimun sih udah bener. Nah, penyelesaiannya dia modif.

Katanya, si kancil dikasih permen pedes sama si monyet. Akhirnya kancil bisa ketangkep sama tani 😂😂😂

Sejak kapan pak tani kongkalikong sama monyet 😂

View on Path



et cetera